Telaga Jernih
Tasbih mengembun jatuhdi daundaun
Kristalmu berkilauan
Di bias matahari dhuha
berpapasan
senyuman awan
Berharap hakikat makrifat
si gumpalan
taat
Menembus langit serupa
embun
mencair di hadapan
Zikirzikir
bulirbulir
Rahmat melebur
dikekalkan waktu
NamaMu
Bias langit senja
berwarna merah saga
iringan ke muara
semesta doadoa
cahaya
di bibir
cakrawala
Sedepa
sejengkal
sehasta
mengejar cahaya
RahmatNya
menyebar di setiap
celah penjuru sarwa
Harapan tak lagi mati
suri
bersama mimpi
bidadari
Usah serupa kasih
Kisah Qais
dimajnunkan
Laila
Berharap senjaku
tak berujung sedih
Namun indah serupa
telaga warna
air jernih
Tangerang Agustus 2021
berwarna merah saga
iringan ke muara
semesta doadoa
cahaya
di bibir
cakrawala
Sedepa
sejengkal
sehasta
mengejar cahaya
RahmatNya
menyebar di setiap
celah penjuru sarwa
Harapan tak lagi mati
suri
bersama mimpi
bidadari
Usah serupa kasih
Kisah Qais
dimajnunkan
Laila
Berharap senjaku
tak berujung sedih
Namun indah serupa
telaga warna
air jernih
Tangerang Agustus 2021
Persinggahan
Hurufhuruf doa menggenang di danau cahaya
Bertaburan harap mengemis menggerimis di mata
Hingga jatuh melangit menguapkan isyarat semesta
Kusebut dalam gelap senyap namanama indahNya
Pada malam yang menyesatkan para pejalan
Meminjam cahaya rembulan terangi jalan pulang
Di samudra lautMu doadoa kularungkan
Ayatayat cinta berserakan di pasir, bebatuan, embun dedaunan
Meniti arasy sembilan puluh sembilan
Mustahil waktu terus menggamit bayangan
Serupa euforia dunia dipersinggahkan
Harihari datang, lalu dilipat menunggu pertanggungjawaban
Bagaimana melupakan, bila berjanji ke akhir persinggahan
Tangerang Agustus 2021
Kekal
Kekal
Lebih
dekat
Dari
urat
nadi
Engkau
Di setiap
Helaan
napas
Detak
Jantung
tiap
Inci
Sel
Bermuara
Kehidupan
Cahaya
Di
Atas cahaya
Kekuasaan-Nya
Karunia
Meliputi
Isi
Langit
Memuji
Bumi
Tunduk
Bertasbih
Siang
Malam
Semesta
Tiada
Hidayah
Hilang arah
Resah gelisah lelah
Serupa udara dalam napas
Bergantung segala jiwa padaMu
Tangerang Agustus 2021
#Puisi ini terinspirasi Sujud Li Sajidin" (Hudan Hidayat )
Hikmah
Kulihat berjuta bintang, berkelipan
Satu bintang menyilaukan
Pandangan
di kegelapan
Kupinjam cahayanya, terangi jalan
Tampak terang pandangan
Luasnya hikmah lautan
malam
Menuntun
perlahan
Pulang
kusandarkan
Harapan
Kepada Pemilik keabadian.
"Ya Muqollibal Quluub Tsabit Qolbi Alaa Dinik"
Tangerang Agustus 2021
Doa
suarasuara
kepakankepakan
harapan
pada malam
pagi
pada matahari
malam ini
bulan sempurna
dari balik jendela
cahayanya
sejuknya hati
cinta pada tajwid puisi
cerita
kasih
abadi
kekasih kudamba
semesta doa
untukmu
penjaga rahasia
memberi warna
cinta kita
lukisan
bias asmara
cakrawala
hingga
jannah-Nya
Tangerang Agustus 2021
Harapan
Aku hanya ditemani sepi
Bertanya kepada langit, langit berkelit
Kepada laut, laut surut
Kepada bulan, bulan diam
Kepada gunung, gunung termenung
Kepada batu, batu membisu
Kepada ombak, ombak terisak
Kepada awan, awan berubah kelam
"Tak ada yang abadi kawan", bisik malam, pada temaram
Duhai pemilik keabadiaan, sejauh musim yang kulalui, terpaku aku di batas waktu.
Bertafakur mengingat-ingat syukur, atau kufur
perjalanan terus mengukur mundur umur
Sejauh mata memandang hamparan lautan mangfirahMu luas membentangkan harapan
Tiada terbatas, meluas keinginan memelas di hadapan meminta ampunan
Duhai pemilik Arasy, kelemahan dunia fana melemahkan
Menciptakan duniaku sempit menuju keabadian
Sesungguhnya Engkau begitu dekat lebih dari urat nadiku
Helaan napas detakkan jantung, aliran darah, tiap sel-sel senantiasa memuji menasbih asmaMu Yang Mengabadi
Seluruh alam tunduk patuh, luluh bersimpuh, tanpa keluh, sifatku mengeluh, namun Engkau terus merengkuh
Segenap asaku melambung, doadoa membumbung, tegak lurus sambung menyambung
Ke arasyMu yang Agung, hanya Engkau tempatku bergantung.
Tangerang Agustus 2021
Ingin Buatmu Bahagia
#Iffada_Ally
#Puisi_Akrostik
Indah tersemat pada lantunan doa
Fitrah suci lahir di naungan kasih sayang ayah bunda
Fajar hadirkan salam ketika selembar almanak menyambut usia
Anugerah Ilahi hadirmu penyempurna bahagia
Damai dalam rengkuhan rahman rahimNya
Amanah terindah dijaga hingga ke jannah
Akhlakmu terpuji bersanding berkah
Lillah takkan goyah menjaga Izzah dan marwah
Langkah terarah semangat bismilah
Yang Maha Segala, semoga jadikanmu wanita salihah
#Puisi_spesial
Iffada....
Bintang jatuh di pangkuanmu, kala selembar almanak menyambut usia
Cahayanya sewarna senyum bidadari surga
Tasbih rembulan subuh serupa binar matamu yang teduh
Menyentuh embun pagi yang menatap malumalu
Biarkan senyummu selalu begitu, aku membacamu
Kau puisi yang hadir di persahabatan yang tulus
"Ya Rabbana bahagiakan Iffada Ally dalam taqwa di jalan ridaMu"
Tangerang 22 Agustus 2021
Pelangi
Serupa larik
Pelangi
Selepas hujan:
Sabar lalui
ujian
Keyakinan
Harapan
Aku bersamaMu:
beserta Tuhan
Dalam doaku
Menjaga
senja:
Semoga
yang biru
Perginya tak
sisakan sendu
Desau haru
degub gebu
memburu waktu temu
aku merindu
Kekasih kuyakinkan diri
demi rinduku
KepadaMu
Tangerang Agustus 2021
Cinta Sederhana
Bahasabahasa cinta kusederhanakan
Kusederhanakan serupa hujan meneduhkan
Meneduhkan tumbuh kembang mewangi harum menenangkan
Menenangkan menjaga dengan bingkai kepercayaan
Kepercayaan simpan rapi segala rasa rahasiakan
Rahasiakan dengan doadoa kulangitkan, Kau aminkan
Aminkan doa, hapus duka menyeka air mata bahagia
Bahagia bersamamu kuyakini semesta merestui
Merestui bila kau berharga cinta akan mendatangi
Mendatangi sebab keinginan cinta hanya ingin hadir memenuhi
Memenuhi keinginanNya adalah keinginan menjadi nyata mimpi
Mimpi yang dimimpikan kekasihnya para kekasih
Kekasih, lautan hati bergerak antara pantai jiwa fitrah suci
Suci: Dia Yang Sempurna Yang Maha Cinta
Tangerang Agustus 2021
Iqra
Bacalah nak!
Menjagamu
Sebab,
Aku kepadaMu
Usah resah
Jiwaku pasrah
Usah gelisah
Sebab,
Udara masih setia
menemani kita
Biarkan setiap huruf mengantarmu
pada jalanNya
Nikmati suara alif, ba, ta, dan tsa
Nadanada indah itu akan jadi cerita
Menjadi saksi kesungguhan citacita
Hantarkanmu memahami kitab suciNya
Tangerang Agustus 2021
Bionarasi Penulis:
Hurufhuruf doa menggenang di danau cahaya
Bertaburan harap mengemis menggerimis di mata
Hingga jatuh melangit menguapkan isyarat semesta
Kusebut dalam gelap senyap namanama indahNya
Pada malam yang menyesatkan para pejalan
Meminjam cahaya rembulan terangi jalan pulang
Di samudra lautMu doadoa kularungkan
Ayatayat cinta berserakan di pasir, bebatuan, embun dedaunan
Meniti arasy sembilan puluh sembilan
Mustahil waktu terus menggamit bayangan
Serupa euforia dunia dipersinggahkan
Harihari datang, lalu dilipat menunggu pertanggungjawaban
Bagaimana melupakan, bila berjanji ke akhir persinggahan
Tangerang Agustus 2021
Kekal
Kekal
Lebih
dekat
Dari
urat
nadi
Engkau
Di setiap
Helaan
napas
Detak
Jantung
tiap
Inci
Sel
Bermuara
Kehidupan
Cahaya
Di
Atas cahaya
Kekuasaan-Nya
Karunia
Meliputi
Isi
Langit
Memuji
Bumi
Tunduk
Bertasbih
Siang
Malam
Semesta
Tiada
Hidayah
Hilang arah
Resah gelisah lelah
Serupa udara dalam napas
Bergantung segala jiwa padaMu
Tangerang Agustus 2021
#Puisi ini terinspirasi Sujud Li Sajidin" (Hudan Hidayat )
Hikmah
Kulihat berjuta bintang, berkelipan
Satu bintang menyilaukan
Pandangan
di kegelapan
Kupinjam cahayanya, terangi jalan
Tampak terang pandangan
Luasnya hikmah lautan
malam
Menuntun
perlahan
Pulang
kusandarkan
Harapan
Kepada Pemilik keabadian.
"Ya Muqollibal Quluub Tsabit Qolbi Alaa Dinik"
Tangerang Agustus 2021
Doa
suarasuara
kepakankepakan
harapan
pada malam
pagi
pada matahari
malam ini
bulan sempurna
dari balik jendela
cahayanya
sejuknya hati
cinta pada tajwid puisi
cerita
kasih
abadi
kekasih kudamba
semesta doa
untukmu
penjaga rahasia
memberi warna
cinta kita
lukisan
bias asmara
cakrawala
hingga
jannah-Nya
Tangerang Agustus 2021
Harapan
Aku hanya ditemani sepi
Bertanya kepada langit, langit berkelit
Kepada laut, laut surut
Kepada bulan, bulan diam
Kepada gunung, gunung termenung
Kepada batu, batu membisu
Kepada ombak, ombak terisak
Kepada awan, awan berubah kelam
"Tak ada yang abadi kawan", bisik malam, pada temaram
Duhai pemilik keabadiaan, sejauh musim yang kulalui, terpaku aku di batas waktu.
Bertafakur mengingat-ingat syukur, atau kufur
perjalanan terus mengukur mundur umur
Sejauh mata memandang hamparan lautan mangfirahMu luas membentangkan harapan
Tiada terbatas, meluas keinginan memelas di hadapan meminta ampunan
Duhai pemilik Arasy, kelemahan dunia fana melemahkan
Menciptakan duniaku sempit menuju keabadian
Sesungguhnya Engkau begitu dekat lebih dari urat nadiku
Helaan napas detakkan jantung, aliran darah, tiap sel-sel senantiasa memuji menasbih asmaMu Yang Mengabadi
Seluruh alam tunduk patuh, luluh bersimpuh, tanpa keluh, sifatku mengeluh, namun Engkau terus merengkuh
Segenap asaku melambung, doadoa membumbung, tegak lurus sambung menyambung
Ke arasyMu yang Agung, hanya Engkau tempatku bergantung.
Tangerang Agustus 2021
Ingin Buatmu Bahagia
#Iffada_Ally
#Puisi_Akrostik
Indah tersemat pada lantunan doa
Fitrah suci lahir di naungan kasih sayang ayah bunda
Fajar hadirkan salam ketika selembar almanak menyambut usia
Anugerah Ilahi hadirmu penyempurna bahagia
Damai dalam rengkuhan rahman rahimNya
Amanah terindah dijaga hingga ke jannah
Akhlakmu terpuji bersanding berkah
Lillah takkan goyah menjaga Izzah dan marwah
Langkah terarah semangat bismilah
Yang Maha Segala, semoga jadikanmu wanita salihah
#Puisi_spesial
Iffada....
Bintang jatuh di pangkuanmu, kala selembar almanak menyambut usia
Cahayanya sewarna senyum bidadari surga
Tasbih rembulan subuh serupa binar matamu yang teduh
Menyentuh embun pagi yang menatap malumalu
Biarkan senyummu selalu begitu, aku membacamu
Kau puisi yang hadir di persahabatan yang tulus
"Ya Rabbana bahagiakan Iffada Ally dalam taqwa di jalan ridaMu"
Tangerang 22 Agustus 2021
Pelangi
Serupa larik
Pelangi
Selepas hujan:
Sabar lalui
ujian
Keyakinan
Harapan
Aku bersamaMu:
beserta Tuhan
Dalam doaku
Menjaga
senja:
Semoga
yang biru
Perginya tak
sisakan sendu
Desau haru
degub gebu
memburu waktu temu
aku merindu
Kekasih kuyakinkan diri
demi rinduku
KepadaMu
Tangerang Agustus 2021
Cinta Sederhana
Bahasabahasa cinta kusederhanakan
Kusederhanakan serupa hujan meneduhkan
Meneduhkan tumbuh kembang mewangi harum menenangkan
Menenangkan menjaga dengan bingkai kepercayaan
Kepercayaan simpan rapi segala rasa rahasiakan
Rahasiakan dengan doadoa kulangitkan, Kau aminkan
Aminkan doa, hapus duka menyeka air mata bahagia
Bahagia bersamamu kuyakini semesta merestui
Merestui bila kau berharga cinta akan mendatangi
Mendatangi sebab keinginan cinta hanya ingin hadir memenuhi
Memenuhi keinginanNya adalah keinginan menjadi nyata mimpi
Mimpi yang dimimpikan kekasihnya para kekasih
Kekasih, lautan hati bergerak antara pantai jiwa fitrah suci
Suci: Dia Yang Sempurna Yang Maha Cinta
Tangerang Agustus 2021
Iqra
Bacalah nak!
Menjagamu
Sebab,
Aku kepadaMu
Usah resah
Jiwaku pasrah
Usah gelisah
Sebab,
Udara masih setia
menemani kita
Biarkan setiap huruf mengantarmu
pada jalanNya
Nikmati suara alif, ba, ta, dan tsa
Nadanada indah itu akan jadi cerita
Menjadi saksi kesungguhan citacita
Hantarkanmu memahami kitab suciNya
Tangerang Agustus 2021
Bionarasi Penulis:
Aminati Juhriah seorang ibu rumah tangga biasa yang lahir di Tangerang 20 Agustus. Ibu dari empat orang anak ini bercita-cita jadi penulis. Berharap setiap tulisannya diridai Allah dan bermanfaat untuk sesama. Beberapa karyanya telah dibukukan bersama teman-teman dalam antologi.
Di antaranya: Antologi puisi Pelangi Cinta, Obituari Mengenang Yoevita Soekotjo, Story Struggle Butterfly KMO bath 28, dalam proses cetak Antologi Cerpen, artikel, puisi "Dikara Dalam Rona" dan proses terbit, antologi puisi bersama 17 Srikandi Indonesia.




0 Komentar